Mungkin..
Tidak banyak kata yang akan aku tuliskan melalui rangkaian
puluhan kalimat ini, karena aku tau kamu pasti tidak punya banyak waktu untuk
membacanya apalagi untuk mengerti setiap lekukan maknanya..
Ehh, kamu masih ingat kan ketika kita berburu senja demi
mencari inspirasi untuk di salurkan menjadi sebuah tulisan? Kemudian kita
selalu bertemu di tempat yang sama, berpijak di tanah yang sama, aku dan kamu
berada dalam kebingungan yang sama, sungguh kebetulan yang sangat menyenangkan,
bagi ku..
Hingga pada suatu hari kita tidak bertemu di tempat yang
sama. Saat itu pikiran buruk mulai menggerogoti seluruh hati ku. Statement demi
statement yang berbau negative mulai menguasai rasa ku.
Mungkin kamu bosan melihat aku yang selalu hadir bersama
senja tercinta mu.. Mungkin satu hari ini kamu ingin absen memintal kata
bersama dengan ku.. Mungkin...mungkin dan masih banyak kemungkinan lain yang
tidak bisa aku pastikan kebenarannya.
Sejak hari itu, kamu tak pernah terlihat lagi oleh ku.
Semakin aku berusaha mencari, kamu semakin menghilang. Bahkan kamu juga tak
mengizinkan bayangan mu bertemu dengan ku. Apa salah ku?
Jika hanya kamu dan bayangan mu saja yang menghilang, aku
tidak akan merasa kehilangan yang teramat sangat seperti ini. Kamu juga mencuri
senja ku, senja kita. Tidak lagi ku temukan keindahan dan ketenagan di balik
segaris senja setelahnya.
Ku buka lagi lembar demi lembar tumpukan kertas-kertas putih
yang berisi tulisan-tulisan ketika aku masih diperkenankan melihat wujud mu. Ku
baca dan ku cermati berulang kali, berharap aku bisa menyusun mozaik-mozaik kata
itu agar membentuk jawaban atas segala misteri tentang lenyapnya diri mu. Tapi, nihil
–
No comments:
Post a Comment
Silakan berkomentar apa saja.. ^^