Tuesday, October 4, 2011

Aku Menunggumu -


Hanya senyum ini yang dapat aku perlihatkan kepada pemilik malam

Di balik ribuan garis angin aku menenggelamkan diri pada dinginnya
Merasakan hati yang terlunta, tertatih kemudian jatuh

Tetesan air yang pecah dari pelupuk mata sepertinya tak mampu melukiskan kesedihan yang tak bertepi

Di sini sepi ...

Hanya ada aku dan iblis kecil yang tak berhenti tertawa puas di depan mata ku

Terlebih tak ada satu pun bintang yang bersinar tuk terangi aku yang hampa

" Sayang .. badai sudah menjemput kita, sejujurnya aku tak pernah siap tuk kehilangan mu hari ini, esok ataupun nanti.. Aku tak tau, apakah kita bisa bertemu kembali kemudian melangkah bersama atau akan ada jurang yang memisahkan lembah kita. Entahlah sayang, garis takdir belum terukir sepenuhnya.. "

Aku masih di sini, berharap lantunan kata yang ku bisikkan pada angin dapat kau dengar

Dan malam semakin pekat, aku tak ingin beranjak dari kenangan tentang mu

Tak sanggup pula aku menggoreskan tinta pada secarik kertas tuk mengukir betapa nelangsanya hari ini

Sejuta puisi pun enggan menampakkan majas indahnya pada imajinasi ku

Begitu juga pelangi yang sengaja menyembunyikan bias warnanya, cukup menyiksa ku dengan keburamannya..

" Sayang .. aku tak berharap kau turut merasakan kesedihan yang menjadi selir hati ku saat ini. Aku hanya ingin kau mengingat ku walaupun mungkin aku tak begitu berarti di mata mu..

Setelah ini, aku akan belajar tuk merasakan kehadiran mu di sekitar ku, ada dan tiadanya diri mu, menata hati yang telah terjatuh, melawan iblis yang mencela ku, memintal kata-kata dan menjadikannya lebih indah daripada sekedar majas... Hingga sang pelangi pancarkan ribuan warnanya..
"


Aku Menunggu mu -

04 October 2011, 00:54